FLATTEREST Indonesia
lovequotesrus:

Everything you love is here

lovequotesrus:

Everything you love is here

(Source: pizzaandprozac)

// dia datang untuk pergi.//

17 bulan umurnya. lewat sehari dari kematian bernama perpisahan. sejauh ini semuanya baik saja. bahkan ketika bertengkar pun semuanya baik saja. tidak ada satu hal pun yang aku tuliskan dalam catatan ataupun buku, karena aku tidak mengijinkan ada kesedihan dalam cerita ini lagi.

kemana harusnya aku mengadukan semuanya? dia pergi sama seperti yang lain. dia menyerah bersama angin dengan harum kenangan. dia meninggalkanku dengan sejuta bekas yang sangat sulit aku samarkan dengan apapun. dan dia datang untuk pergi.

ya.. dia datang untuk pergi.

dia datang untuk pergi.. dan aku menikmati, seperti apa yang dikatakan oleh seorang yang kami percayai sebagai tetangga hati. aku menikmati sakitnya, maka aku harus berhenti mengeluh. aku yang menciptakannya menjadi buruk, maka aku yang harusnya berhenti. aku yang menghambanya hingga aku benar-benar mati kali ini..

dia datang untuk pergi. semuanya sudah. semuanya sudah. sudah. tapi dia pergi.

9gag:

The greatest gift you can give someone

9gag:

The greatest gift you can give someone

(Source: mockingdaily, via mrs-enjolras)

(Source: blas-femme, via thatluckylad)

(Source: meghannnleighhh, via dontwearitout)

buta itu ketika kau punya peta tapi tak terbaca, punya oksigen tapi sesak.

aku sedang mengalami krisis percaya diri. yaa„ biasalah, pengangguran awal 20-an. saat ini seharusnya aku menuliskan aplikasi lamaran kerja atau magang. entah kenapa lalu terdampar disini. memang tumblr adalah tempat kembalinya tulisan galau sejati.

entah dari mana aku harus memulai. tapi mungkin semua ini berawal dari kecerobohan dan kesombonganku di masa-masa jahiliyah dahulu. lalu, entahlah, memang benar jika Tuhan telah berbisik, segalanya bisa berbalik.

***

pertama kali aku mencoba untuk bekerja.

Tuhan memberiku cobaan. Dia, dengan mudahnya meletakkan 3 opsi untuk dipilih. lalu tanpa membaca petunjuknya, aku bekerja. tidak lebih dari 4 bulan, lalu Ia seolah hilang dan memudar. dan disinilah sekarang. semua dedikasi, semua kepercayaan, berkah, atau apapunlah itu, pergi. hilang entah kemana.. dalam menggambarkan kata-kata menjadi nyata, aku bukan ahlinya. tapi biar kubantu kau membayangkannya. begini: bayangkan kau melihat cahaya, bersenang dan berbahagia. lalu perlahan kau berjalan menuju hutan, semakin dalam hingga kemudian cahaya itu redup, kau merasa sesak, lalu panik, dan cahaya itu jadi gelap. ya, seperti itu ringkasnya.

terlalu banyak yang terjadi dalam 4 bulan belakangan ini. datang dan pergi, hilang dan kembali. ah, terlalu banyak hingga mungkin jika dijadikan novel, cerita ini saja sudah memiliki sekian ratus halaman dalam satu bab.

lalu…

pernahkah, dalam hidup, kalian diusik oleh sesuatu bernama..ehm..cinta? klise memang. tapi pernahkah? akupun. pernahkah mencintai seseorang lalu membencinya? aku pernah, sejauh ini kebencian terbesarku adalah karena ia tidak mencintaiku lagi. aku sudah berhenti menggunakan kata-kata menyangkal dan menyalahkan. karena ya, itu tidak bisa dipertahankan, dan aku memang gagal. dan aku putuskan untuk menghapus “selingkuh” dalam kosakata. mungkin karena maklum. atau juga karena muak.

nah, setelah sekian lama menguatkan hati, aku jatuh lagi. tapi ya, aku kalah lagi. bahkan sesaat sebelum memasuki babak pertama. tahukah kau mengapa? karena ternyata rasa-ku datang berbarengan dengan seseorang. hah, lucunya, Tuhan seperti telah mengatur semua. ke semua yang aku beri asa, kesemuanya berbarengan dengan yang aku pahami.

setelah dua hal ini aku alami, aku sadar satu hal. letakkan huruf L di kepalamu, ya, itulah aku.

jika sabar adalah ibu dari segala penghapusan dosa, maka jelaslah aku tahu mengapa aku diberi cobaan berkelanjutan. aku yakin ini diatur. aku kehilangan secara bersamaan.

aku kehilangan mimpi. aku kedinginan. aku kehilangan percaya diri. aku kehilangan tujuan. bahkan setelah aku menonton tea time with desi di Metro TV, aku bahkan tak mampu bermimpi menjadi Christine Hakim yang pernah tidak memiliki uang saat pergi ke Shanghai.

dan coba kau bayangkan kembali sepinya rumah setelah semua berkumpul. sepinya kuburan setelah musim lebaran. sunyinya malam jika jangkrik dan kodok tak bernyanyi menyambut hujan. atau laut tenang yang kau pandangi sendirian. kini aku dibangunkan dari mimpiku. benar-benar sadar hingga kehilangan kesadaran. benar-benar ilusi hingga aku tak berani bergerak dalam dimensi. aku hilang percaya diri. aku hilang cahaya dan berada dalam gelap hingga hanya berani meraba. jika kau mau tahu definisi buta, beginilah sesungguhnya.

jika laut lepas menerimaku sebagai penghuninya, mungkin sudah dari dahulu, aku bergabung dengan ikan dan lumba.. disini, saat letih sudah membebani punggung tanpa seorangpun yang mungkin dapat membantu, dan mungkin orang-orang terakhir melihatku membatu, hanya jari yang mengetik semua keluh dengan lincah.

entah apa yang salah, atau mungkin inilah jalannya. tuhan memberikan semua yang aku minta, semua yang aku pilih, dan kini pertanggungjawabannya. tanpa persiapan, tanpa permisi, aku dijatuhkan olehNya kembali.

hai seseorang yang sedang diseberang dan dalam perjalanan, aku mencintaimu. menunggumu hingga kau melihat, kini aku dalam payah. muka lengket, dan air mata yang basah.

kau begitu cantik, begitu indah, begitu rupawan, dengan semua lebih dan kurangmu. sejak kapan kau duduki hatiku? dan berikrar menjadi raja disana? sejak kapan kau berani memberi titah? mencumbui semua yang ada didalam diriku, men-cap-nya sebagai milikmu? sejak kapan?

aku menunggu kapan aku lepas.. aku takut hingga ku tunduk.

aku menunggu berdiri sendiri.. aku takut hingga lupa berdiri.

lalu, kenapa bukan kau yang pergi? aku sudah biasa ditinggal. itu takdirku, ujarmu dulu. aku mencintaimu. tanpa pernah tau apa yang membuatku jatuh dan merasa harus memilikimu.

kuatlah, hiduplah, sabarlah. dan jaga dirimu. kini aku sulit, aku minta kau tetap menunggu. untuk membantuku. untuk mimpiku. dan aku yakin, kau bisa disampingku, bukan sebagai pendamping. lebih dari itu.

bookmania:

A bookshop in Manchester captured by Carl Chapman using a Russian camera.

bookmania:

A bookshop in Manchester captured by Carl Chapman using a Russian camera.

(Source: rebeccapomroy, via i-love-art)

actegratuit:

self portrait of an indecisive girl by carliihde

actegratuit:

self portrait of an indecisive girl by carliihde

(via i-love-art)

burung hantu yang suka makan j.cool, mendamba albert einstein, dan selalu berada di pojok.